27 C
Makassar
Selasa, April 20, 2021

Banyak Pokir DPRD Tak Diprogramkan, Fraksi Golkar Kritisi Kebijakan Refocusing Anggaran

TAJUK.CO.ID, PANGKEP — Rapat paripurna di DPRD Pangkep berlangsung panas. Sebab, Fraksi Golkar menjadi fraksi yang getol melakukan interupsi dalam paripurna penyerahan laporan keterangan pertanggungjawaban bupati Pangkep tahun 2020, Kamis, 1 April 2021.

Ketua fraksi Golkar, Pattola Husain langsung melayangkan pertanyaan sebelum Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau naik ke podium untuk membacakan laporannya.

Anggota komisi III tersebut mempertanyakan banyaknya program yang dihilangkan padahal program tersebut sangat pro rakyat. Sedangkan program yang tidak pro rakyat banyak diprioritaskan tahun ini.

“Anggaran refocusing sebesar 8 persen di masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah) tidak merata. Sebab, ada dinas yang sampai 40 persen anggarannya di pangkas. Imbasnya banyak program usulan dari DPRD berupa Program pokok pikiran DPRD di hilangkan OPD. Dan ini dilakukan secara sepihak,” katanya.

Pattola pun menyebutkan bahwa program di DPRD sendiri merupakan program untuk rakyat. “Saya sebutkan saja contoh kegiatannya, seperti program pembangunan gedung Pramuka yang dilanjutkan. Padahal bangunan itu tak mendesak dan tidak langsung ke masyarakat. Anggarannya pun sangat besar, mencapai 2,5 miliar. Sementara kebutuhan masyarakat yang mendesak tidak diprioritaskan,” ujarnya.

Yusran yang naik ke podium untuk membacakan laporannya pun menjawab keluhan dari Fraksi Golkar tersebut. Dia mengatakan bahwa anggaran refocusing sebesar 8 persen tersebut sejatinya untuk rakyat, seperti bantuan-bantuan untuk masyarakat utamanya di tengah pandemi saat ini. Dia pun menyebutkan bahwa sejumlah pokok pikiran dari DPRD Pangkep tetap tercover.

“Tetap ada program dari teman-teman DPRD. Jadi jangan mewakili diri sendiri, tapi pikirkan juga yang lain. Karena banyak juga program teman-teman yang lain tetap jalan,” katanya yang kemudian dipotong kembali oleh Pattola Husain dengan melayangkan interupsi.

Yusran yang masih berbicara meminta agar dirinya tak langsung di potong-potong saat memberikan penjelasan. “Saya masih bicara, jadi hargailah saya. Saya masih bicara dan tak ingin berdebat di Paripurna,” imbuhnya saat Pattola hendak melayangkan instruksi.

Setelah Yusran menutup laporannya, H Pattola langsung kembali menyanggah. “Saya hanya meluruskan, saya Tidak pernah mengatakan refocusing tidak untuk rakyat, saya tidak membawa nama pribadi. Saya bawa nama Fraksi Golkar. Ini hasil rapat kami,” tegas Pattola.

Selanjutnya Pattola menyebutkan, banyak program yang tidak pro rakyat tetap berlanjut di tengah pandemi saat ini, pembangunan kantor-kantor, pengaspalan jalan yg masih layak. Sedangkan ada yang rusak malah tidak diprogramkan.

“Fraksi Golkar tidak pernah berlawanan dengan Golkar. Kalau ada yang berlawanan kita akan kritik,” tegasnya. Usai menyampaikan kritikannya, Pattola meninggalkan ruangan rapat sebelum sidang ditutup.

Ketua DPRD Pangkep, Haris Gani mengatakan bahwa persoalan refocusing harus dibahas lebih jauh dan intern. Dirinya pun meminta ke bupati untuk memohon ijin untuk menghadirkan tim anggaran daerah saat rapat. “Kita akan rapat internal,” katanya. (SF)

spot_img