25 C
Makassar
Kamis, Januari 28, 2021

Kesetaraan Gender jadi Prioritas MYL-SS

TAJUK.CO.ID, PANGKEP — Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pangkep nomor urut 1, Muhammad Yusran Lalogau
-Syahban Sammana (MYL-SS) berkomitmen memperjuangkan kesetaraan gender bagi kaum perempuan dan kaum laki-laki saat menjabat kelak.

Hal ini disampaikan Juru Bicara MYL-SS, Kadir Emo, Selasa, 24 November 2020 di Posko Pemenangan MYL-SS. Dia mengatakan visi dan misi MYL-SS sangat berkomitmen untuk bisa menerapkan keseteraan gender.

Kesetaraan gender, kata Kadir adalah bagian utama dari strategi pembangunan dalam rangka untuk memberdayakan masyarakat perempuan dan laki-laki-untuk mengentaskan diri dari kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup mereka.

“Program pemberdayaan gender itu adalah dalam program 10 Dasa Cita MYL-SS yang terangkum dalam Pangkep Berbudaya,” ujar Kadir.

Kadir menuturkan, tentu jangan sampai pemisahan peran antara laki-laki dan perempuan berdampak pada tertutupnya peluang, bagi perempuan untuk ikut serta dalam aktivitas-aktivitas di luar ranah tradisional mereka sebagai perempuan.

Tentunya keikutsertaan perempuan dalam ranah publik bukan serta-merta memberikan mereka porsi beban kerja yang sama, tetapi lebih kepada memberikan peluang yang sama dengan cara membuka akses kepada perempuan untuk melakukan apa yang mereka inginkan, bisa itu dalam hal pendidikan, karir, ataupun politik.

“Di program MYL-SS, sangat begitu menginginkan agar keseteraan gender ini terbangun di tengah masyarakat, itulah yang ditekankan,” katanya.

Kabupaten Pangkep harus Hebat, seperti akronim MYL-SS, hebat di semua sektor, termasuk hebat dalam menjalankan keseteraan gender demi kemajuan kabupaten.

“MYL-SS bukan hanya pada program UMKM yang nantinya akan melibatkan perempuan dan laki-laki, tetapi selain itu, kesadaran tentang keseteraan gender harus dibangun di tengah masyarakat,” katanya.

Lanjut Kadir menuturkan, apakah ia seorang Ibu rumah tangga maupun perempuan pekerja, dengan kata lain tidak melakukan penilaian sepihak atas pilihan-pilihan para individu tersebut, jangan melakukan atau menentukan sosok yang mana yang merupakan perempuan yang ideal, tetapi memberikan kesempatan dan menghargai pilihan yang diambil individu tersebut. (Rls)