24 C
Makassar
Selasa, Desember 1, 2020

Terlibat Video Asusila, Warga Demo DPRD, Tuntut Pencopotan HR Sebagai Legislator

Ketua DPRD: Kita Tunggu Hasil Pemeriksaan ST

TAJUK.CO.ID, PANGKEP — Aksi simpatik ditunjukkan puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Pemerhati Pangkep. Mereka berbaris dan membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan usut tuntas skandal video syur yang melibatkan anggota DPRD Pangkep inisal HR di halaman Kantor DPRD Pangkep, Jumat, 20 November.

Para massa ini pun meminta kepada ketua DPRD Pangkep yang baru sjaa dilantik Haris Gani untuk tidak main mata atau melakukan upaya-upaya membela oknum yang telah mencoreng nama baik masyarakat Pangkep atas perilaku asusila dari legislator fraksi PDIP tersebut.

“Kami sudah tidak percaya lagi dengan DPRD. Wakil rakyat kami yang terhormat malah mempermalukan kami dengan kelakuan bejatnya. Kami ingin dia (HR) mundur dari posisinya sebagai anggota DPRD Pangkep,” ujar korlap, Aksan HB.

Haris Gani yang menerima tamu dari masyarakat tersebut mengungkapkan bahwa persoalan ini masih terus bergulir baik proses pidananya di kepolisian dan proses administrasi nya di Badan Kehormatan (BK) DPRD Pangkep.

“Kami tidak diam. Kami juga sangat malu dengan kejadian ini. Kami di DPRD sudah melakukan sejumlah pertemuan dan akan mengeluarkan keputusan dalam waktu dekat. Untuk saat ini, status yang bersangkutan masih sebagai anggota DPRD, tapi status jabatan sebagai Ketua Komisi II telah kita hentikan. Yang bersangkutan telah menyalahi kode etik. Yang bersangkutan pun mengakui perbuatannya,” jelas legislator asal Fraksi Nasdem tersebut.

Terkait proses PAW, Haris Gani belum bisa berbicara banyak. Sebab, proses kasus ini masih bergulir. “Kalau untuk persoalan itu tunggu hasil pemeriksaan sejumlah saksi lainnya. Karena di kasus ini, HR mengaku hanya jadi korban penjebakan dari rekannya di DPRD insial ST. Jadi kita masih akan periksa dan tunggu hasilnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua BK DPRD Pangkep, Tauhid membenarkan bahwa perkembangan kasus ini telah memasuki pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain.

“Untuk si ST, kita sudah layangkan surat panggilan. Kita masih akan dalami kemudian rapatkan sebelum ambil keputusan,” ujarnya. (SD)