24 C
Makassar
Selasa, Desember 1, 2020

Jika Terbukti sebagai Pelaku, Sanksi PAW dan Pidana Menanti

TAJUK.CO.ID, PANGKEP — Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Pangkep H Tauhid belum berani mengambil kesimpulan lebih jauh perihal video porno yang diduga diperankan salah satu legislator Pangkep inisial HR di tengah masyarakat.

Pihaknya saat ini masih menunggu proses hukum dan pembuktian keabsahan pemeran dalam video tersebut. Namun apabila terbukti, sanksi paling berat berupa Pemecatan sebagai Anggota DPRD bisa dilakukan.

Dia mengatakan, bahwa saat ini dirinya belum bisa berkomentar banyak. Jika memang terbukti, yang melakukan adalah HR, pihaknya kemudian akan menggelar rapat baik sesama anggota BK dan ke tingkat Ketua DPRD.

“Kami tidak bisa langsung memutus, karena perlu kordinasi dengan ketua DPRD,” tutupnya.

Menyikapi hal ini, Kapolres Pangkep AKBP Endon Nurcahyo belum bisa berkomentar jauh perihal video tersebut. Sebab, proses penyelidikan masih berlangsung.

“Kita masih akan periksa sakis-saksi. Kita akan periksa yang diduga pelaku dalam video tersebut. Kalau terbukti bisa lanjut ke tahap pidana. Sedangkan siapa-siapa orangnya nanti setelah ada hasil penyidikan,” ujar dia.

Sebelumnya, Beredar video mesum di media sosial, yang diduga sebagai salah satu anggota legislator Pangkep berinisial HR.

Video yang berdurasi 12 detik itu, diunggah oleh salah satu akun di Facebook, dengan mencantumkan nama salah satu anggota DPRD Pangkep.

Dalam videonya, terlihat HR tidak menggunakan busana sama sekali di sebuah kamar, yang direkam oleh salah seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya. Setelahnya mereka melakukan hubungan layaknya suami istri.

HR sendiri sebelumnya membantah pemeran dalam video tersebut adalah dirinya. Namun beberapa saat kemudian, dia mengakui orang dalam video tersebut adalah dirinya dan tak ingat waktu pasti kejadian tersebut.

“Ini hanya momen pilkada untuk menjatuhkan saya dan calon usungan partai saya. Saya di sini sebagai korban. Saya dijebak,” ujarnya. (SF)