24 C
Makassar
Rabu, November 25, 2020

April, Kereta Api di Barru Akan Dioperasikan untuk Pariwisata dan Sosilisasi

Di Pangkep, Progres Pembangunannya Capai 70 Persen

TAJUK.CO.ID, BARRU — Kabar baik datang pada megaproyek kereta api di Sulsel. Rencananya pada April 2021 nanti, kereta api tersebut akan mulai di operasikan.

Rencana ini disampaikan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Jumardi, Rabu, 14 Oktober 2020 saat mendampingi Wakil Menteri ATR/BPN, Surya Tjandra meninjau proyek kereta api di Kabupaten Barru dan Pangkep.

“Insya Allah April nanti sudah bisa difungsikan. Kita rencanakan pada pengoperasian ini sebagai tahapan sosialisasi dan tujuan pariwisata,” katanya.

Dia melanjutkan bahwa pada tahap sosialisasi itu, pemerintah tidak akan memungut biaya. “Kan tujuannya sosialisasi. Jadi nanti di atur dulu tekhnis nya seperti apa dan bagaimana,” ujarnya.

Selain itu, Proyek Kereta Api Trans Sulawesi Makassar-Parepare sudah memasuki pembangunan tahap III di Kabupaten Pangkep dan Maros.

Jumardi berharap pembebasan lahan bisa cepat selesai. “Akhir Tahun 2021, kita bisa menyelesaikan proyek kereta api ini dari Pangkep ke Maros,” katanya.

Saat ini, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur sementara mengerjakan titik yang sudah dibebaskan di Pangkep dan Maros.

“Pembebasan lahan di kabupaten Pangkep sudah mencapai 70 persen, Maros 20 persen. Kalau Kabupaten Barru semua rel sudah selesai,” tambah Kepala Humas Pengembangan Perkeretaapian Sulawesi Selatan, Arinova G Utama di Stasiun Pekae, Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Dalam jalur Pangkep dan Maros akan dibangun 7 stasiun yang akan dikerjakan PT Bumi Karsa.

Stasiun ini yakni Stasiun Mandalle (km 67+850), Stasiun Ma’rang, Stasiun Labbakkang, Stasiun Pangkajene, Stasiun Rammang-Rammang, Stasiun Maros, dan Stasiun Mandai.

Nilai kontrak antara Pengguna jasa dan PT Bumi Karsa sebesar Rp 123 miliar.

Masa pengerjaan ini akan berlangsung mulai 9 Desember 2019-31 Desember 2020 (389 hari).

Dalam jangka waktu lima tahun ini telah terbangun sepanjang 45,5 km (mainline) dan 3,75 km untuk jalur Siding (jalur belok berupa tambahan rel yang jadi cabang dari rel utama) Pelabuhan Garonkong.

Data Per Mei 2020, Total kebutuhan keseluruhan lahan di Maros sebanyak 938 bidang telah bebas 161 bidang, dengan 81 pembayaran langsung, sisanya untuk fasum jalan dan irigasi. Sedangkan untuk proses pembayaran di LMAN ada 15 bidang, review BPKP 65 bidang, konsinyasi 19 bidang sedangka masih ada sisanya 676 bidang.

Sebanyak 676 bidang ini terbagi lagi untuk rencana konsinyasi 252, belum dinilai appresial 218 bidang dan pemberkasan masih ada 208 bidang.

Sedangkan untuk Pangkep dari total lahan kebutuhan , 2.196 bidang yang baru dibebaskan 481 bidang, dimana terbagi lagi ada yang langsung dibayarkan ke pemilik lahan, kemudian ada dititip ke pengadilan, biaya kerohiman dan fasum jalan dan irigasi.

Yang masuk, dalam review BPKP ada 279 bidang, konsinyasi 1.192 bidang sedangkan sisanya masih ada 244 bidang terbagi lagi ada 120 bidang keberatan ke PN/MA , fasum sekolah, pasar 16 bidang dan pemberkasan ada 106 bidang.

Seperti diketahui, pembangunan jalur KA Makassar-Parepare sediri rencananya punya panjang track 142 km dengan 16 stasiun, dan dimulai sejak 2014 pada tahap I sepanjang 16,1 km di Barru, dan tahap II mulai 2015 sepanjang 51,1 km, tahap III Pangkep 40,5 km, tahap III Maros 22,5 km, dan tahap IV 2017-2019 sepanjang 4,9 km. (SF)