24 C
Makassar
Rabu, November 25, 2020

Mahasiswa Pangkep Tuntut DPRD Pangkep Tolak Omnibus Law

TAJUK.CO.ID, PANGKEP — Puluhan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonsia (PMII) Cabang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), melakukan aksi demo di perempatan Taman Musafir, Jalan Poros Trans Sulawesi, Kelurahan Padoang-Doangang, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Maros, Rabu, 7 Oktober, 2020.

Dalam orasinya, Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Dandi Aditya menegaskan, bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pengesahan Undang-undang (UU) Cipta Kerja.

Menurutnya UU Cipta Kerja tidak pro terhadap buruh dan rakyat kecil

Sehingga mereka mendesak agar presiden tidak menandatangani RUU Cipta Kerja, dan mengeluarkan Perpu Pembatalan Omnibus Law.

“Kami juga mendesak agar DPRD Kabupaten Pangkep menolak Omnibus Law, sebagai bentuk keberpihakan terhadap rakyat, dan pemerintah membuka ruang partisipasi untuk masyarakat, dalam setiap penyusunan dan perubahan kebijakan,” ujar Dandi.

Sementara itu pihak pengamanan kepolisian, menurunkan sebanyak 90 personil. “Kurang lebih kami menurunkan sebanyak 90 personil untuk melakukan pengamanan,” kata Kabag Ops Polres Pangkep, Kompol M Zakir.

Ia pun berharap agar aksi bisa berjalan damai, dan tidak ada kericuhan.

“Intinya aksi ini tetap berjalan baik, dan tidak terjadi kericuhan,” tutupnya.

Selanjutnya massa aksi beralih menuju Gedung DPRD Pangkep, untuk melanjutkan aksinya.

Sekedar diketahui, pada Senin 5 Oktober 2020, DPR RI mengesahkan UU Cipta Kerja, yang dihimpun kedalam Omnibus Law, yang mengakibatkan sejumlah penolakan di beberapa daerah di Indonesia. (DI)