25 C
Makassar
Minggu, Agustus 9, 2020
Beranda Daerah Bosowa Grup dan Mantan Bupati "Sertifikatkan" Pulau di Pangkep, Warga Dilarang Merapat

Bosowa Grup dan Mantan Bupati “Sertifikatkan” Pulau di Pangkep, Warga Dilarang Merapat

Kejari Pangkep Lakukan Lidik, Diduga Malfungsi Aset Daerah

TAJUK.CO.ID, PANGKEP — Dua pulau tak berpenghuni di Kabupaten Pangkep tiba-tiba memiliki sertifikat. Kedua pulau itu yakni, Pulau Langkadea, di Kelurahan Mattiro Bintang, Pulau Panambungan, di Kelurahan Mattiro Sompe, Kecamatan Liukang Tupabbiring.

Pulau Langkadea sendiri diketahui menjadi milik pribadi dari mantan Bupati Pangkep, Andi Baso Amirullah. Sedangkan Pulau Panambungan dikusai oleh perusahaan besar di Suslel, yakni Bosowa Grup.

Dua pulau ini pun dijadikan tempat privasi dengan melarang masyarakat untuk memasuki kawasan tersebut. Bahkan pulau milik dari Bosowa Grup dipasangi papan bicara dengan tulisan “Pulau Ini Tertutup untuk Umum, untuk Pemesanan tempat silahkan menghubungi Hotel Aryaduta Makassar”.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkep yang mendengar kabar tersebut pun langsung melakukan Lidik atas dugaan penguasaan pulau yang masih masuk dalam gugus Kabupaten Pangkep. Pada saat turun langsung ke lokasi, pihak Kejari Pangkep pun menemukan fakta yang bertolak belakang dengan aturan UU Nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Dalam UU tersebut dikatakan, pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil adalah suatu proses perencanaan, pemanfaatan, pengawasan, dan pengendalian sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil antarsektor, antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah, antara ekosistem darat dan laut, serta antara ilmu pengetahuan dan manajemen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Itu tidak bisa dikuasai secara pribadi. Apalagi, dipasangi plat tidak untuk umum. Pengelolalaan wilayah pesisir dan pulau pulau kecil sudah diatur dalam undang-undang. Dan, terdapat pula petunjuk pengelolaan dalam Hak Pengusahaan Perairan Pesisir (HP3),” kata Kasi Intel Kejari Pangkep, Andri Zulfikar, usai menibjau lokasi tersebut, Selasa 30 Juni 2020.

Mantan Satgas Kejaksaan Agung (Kejagung) itu pun mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan memanggil pihak terkait yang diduga menguasai secara pribadi kedua pulau tersebut.

“Dua pulau ini diduga dikuasai secara pribadi. Pulau Langkadea disinyalir dimiliki oleh mantan Bupati Pangkep, Andi Baso Amirullah. Sementara Pulau Panambungan dikuasai Bosowa Corporate. Kedua pihak ini akan kami panggil dan minta keterangan dan klarifikasi. Dalam waktu dekat ini pula, kami akan memeriksa sejumlah aset Pemkab Pangkep,” tandasnya.

Pihak Pemkab melalui, Kepala Bidang Aset di Badan Pengelola Keuangan Daerah, Endang Sri Wahyuni yang dikonfirmasi meminta wartawan untuk melakukan klarifikasi langsung kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pangkep, Jumliati. “Silahkan langsung ke ibu sekda,” katanya singkat saat dihubungi.

Pihak Hotel Aryaduta yang merupakan anak perusahaan dari Bosowa Grup pun membenarkan bahwa pulau tersebut merupakan milik dari Bosowa. Melalui Marcom Hotel Aryaduta Makassar, Nathalia, dijelaskan bahwa pihak Hotel Aryaduta dipercayakan untuk mengelola aset dari Bosowa tersebut.

Dia pun menjelaskan bahwa pulau Panambungan tersebut merupakan milik dari Bosowa sesuai dengan sertifikat yang dimiliki. “Tidak benar kalau pulau itu dikuasi oleh Bosowa. Yang betul adalah pulau itu milik Bosowa karena memiliki sertifikat. Pulau itu bukan untuk umum, jadi jika ada masyarakat yang hendak berkunjung wajib menghubungi Hotel Aryaduta, karena kami selaku pengelolanya,” ujar dia. (SF)

- Advertisment -