29 C
Makassar
Selasa, Juli 7, 2020
Beranda Daerah Tangkap Ikan Pakai Bom, Tujuh Nelayan Pangkep Diringkus Polisi

Tangkap Ikan Pakai Bom, Tujuh Nelayan Pangkep Diringkus Polisi

TAJUK.CO.ID, PANGKEP — Tindak ilegal fishing di Kabupaten Pangkep masih tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, polisi telah mengamankan puluhan nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak.

Minggu, 21 Juni 2020 lalu, Satuan Polisi Air (Polair) Polres Pangkep, mengamankan tujuh nelayan asal Pulau Sailus, Kecamatan Liukang Tangayya, Kabupaten Pangkep. Mereka menggunakan bom rakitan untuk menangkap ikan.Para pelaku yang ditangkap tersebut pun telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Pangkep.

Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, berupa 1 unit kapal motor, 1 jerigen ukuran 5 liter, 1 mesin kompresor, 1 buah Sampang kecil, 1 buah kacamata selam warna hitam, 2 buah dakor, 2 buah Pasang pins, 2 roll selang dengan panjang 150 M, 1 ember plastik dengan penutup ukuran kecil, 15 botol plastik bekas air mineral berisi pupuk ammonium nitrate dengan pemberat 1 batu kali.

Selain itu, polisi juga diamankan 3 botol plastik bekas air mineral ukuran sedang, 16 batang detonator yang sudah dirakit yang terpasang pada tutup botol bekas air mineral, 2 buah alat penusuk yang terbuat dari gagang sikat gigi serta 1 buah gabus berisi ikan berbagai jenis hasil tangkapan.

Kepala Satpol Air Polres Pangkep, Iptu Deki Marizaldi mengatakan, tujuh nelayan yang ditangkap itu masing-masing, RC (37), R (24), S (32), W (29), E (18), A (37) dan B (20). Dia mengatakan, bahan peledak yang digunakan para nelayan itu memiliki daya ledak besar.”Itu masuk high explosive. Daya ledaknya besar dan sangat merusak,” kata Deki saat menggelar konferensi pers di Mapolres Pangkep, Senin, 22 Juni 2020.

Peran masing-masing pelaku pun berbeda. Sebanyak dua orang bertugas sebagai penyelam untuk melihat titik yang banyak ikannya, satu pemilik kapal serta sisanya yang bertugas membuang bom tersebut ke laut.

Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji, menambahkan ketujuh pelaku ini, menambahkan merupakan satu komplotan yang sudah lama malang melintang di perairan Pangkep yang menjual hasil ilegal fishing mereka sampai ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Iptu Deki mengatakan, bahan peledak yang digunakan oleh pelaku itu semuanya rakitan.

“Semuanya rakitan, jadi bahan peledak yang mereka gunakan ini sangat berbahaya. Bukan saja buat ekosistem laut, tapi juga buat dirinya. Sudah banyak kasus, malah mereka yang jadi korban,” katanya.

Kapolres menambahkan, para pelaku pun akan dijerat pasal 84 ayat 1 Undang-undang Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan, dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 1,2 miliar. (SF)

- Advertisment -