29 C
Makassar
Selasa, Juli 7, 2020
Beranda Daerah Tanaman Hidroponik MM jadi Inovasi Baru dalam Bercocok Tanam

Tanaman Hidroponik MM jadi Inovasi Baru dalam Bercocok Tanam

TAJUK.CO.ID, PANGKEP — Komunitas Magello Mentong berhasil mengembangkan tanaman hidroponik dengan konsep lain dari biasanya. Sistem hidroponik yang dikembangkan oleh keluarga Muhayyang tersebut dengan menerapkan ide farming atau istilahnya screen house. Tujuannya mencegah masuknya organisme pengganggu tanaman sehingga tanaman yang dipelihara tidak terpapar oleh pestisida.

Sistem baru yang dikembanhkan oleh guru besar Universitas Halu Oleo Kendari, Prof. Dr. M. Taufik Muhayang, M.Si tersebut pun menarik minat dari Petugas Penyuluh Lapang (PPL) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kecamatan Segeri. Mereka datang melihat langsung pertanian dan belajar tentang budidaya tanaman tanpa tanah tersebut.

Prof Taufik pun menjelaskan kepada 50-an tamunya tersebut bahwa dengan sistem tanam tersebut, hasil panen dari hidroponik MM ini lebih bersih, sehat dan aman bagi konsumen. Waktu produksinya puni lebih cepat dibandingkan dengan budidaya konvensional.

“Ini juga menjadi kelebihan sistem budidaya ini, tanaman kangkung dapat dipanen sekitar 2 minggu saja sedangkan tanaman sawi dan selada sekitar 3 minggu,” ujarnya, Rabu, 17 Juni 2020.

Pada kesempatan ini peserta ditunjukkan bagaimana melakukan pembenihan tanaman hidroponik pada media tanam rockwool dan melihat bibit tanaman yang tumbuh vigor dan seragam serta persentase tumbuh hampir 100 persen. Selain itu peserta juga melakukan penanaman sayuran jenis selada dan bayam diinstalasi rakit apung yang sebelumnya dilakukan panen Sawi dan Selada oleh seluruh peserta. Seminggu sebelumnya bersama masyarakat sekitar telah melakukan panen kangkung.

Anggota komisi B DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PDIP, Rahmat Muhayyang yang turut hadir, menjelaskan bahwa pembangunan hidroponik ini adalah salah satu bentuk wujud nyata pengabdiannya sebagai anggota dewan untuk membantu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Hal ini sejalan dengan bidang kerja komisi B yaitu bidang ekonomi yang mencakup sektor Pertanian, Peternakan, Perikanan dan beberapa sektor lainnya.,” Katanya.

Aksi-aksi nyata Rahmat pun selama ini telah terlihat selamamenjadi anggota legislatif. Bukan hanya di wilayah Pangkep tetapi juga meliputi Maros, Barru dan Pare-Pare telah mengembangkan konsep tersebut.

Ketua Komunitas Magellomenton9, Muammar Muhayang yang merupakan seorang berlatar belakang engineer akan melakukan up grade level teknologi hidroponik tersebut ke level smart hidroponik dengan mengatur sistem sirkulasi air dan nutrisi dalam genggaman tangan-handphone dilengkapi dengan sistem energi terbarukan.

Dia menambahkan, energi terbarukan akan sangat membantu penghematan pemakaian energi listrik non terbarukan. Bukan hanya hidroponik yang memproduksi sayuran berdaun yang dihasilkan tetapi juga telah dibangun hidroponik untuk menghasilkan buah yaitu tanaman cabai dan tomat di bawah arahan teknis Prof. M. Taufik Muhayang dan Rahmansyah Deramawan, SP, M.Si dari Universitas Hasanuddin,” katanya.

Persembahan teknologi nyata, yang sejatinya sudah lama namun sangat baru bagi PPL, KWT atau petani pada umumnya di kawasan ini menjadi bukti kerja cerdas dan kolaboratif dari seorang engineer dan tag line Magello Mentong untuk siap berkontestasi dalam pilkada 2020 di Kabupaten.

Tujuannya mewujudkan program-program pro rakyat yang berkelanjutan, ramah lingkungan di semua sektor kehidupan masyarakat agar masyarakat lebih sejahtera tanpa melupakan kearifan-kearifan lokal yang ada.

Muammar Muhayang dalam pesannya sebagai ketua komunitas MM menyampaikan misinya kepada peserta hadir bahwa ke depan akan berkomitmen untuk melakukan program-program berbasis pro rakyat dengan meningkatkan level penerapan teknologi terkini yang dapat dinikmati oleh masyarakat, petani atau KWT.

Bahwa teknologi hidroponik merupakan satu solusi terhadap faktor-faktor pembatas produksi pertanian seperti kendala musim, keterbatasan air, keterbatasan lahan, serangan organisme pengganggu tanaman dan beberapa kelebihan lainnya.

“Harapannya sistem pertanian presisi seharusnya diterapkan dan dimassifkan di tengah petani sebagai bentuk respon terhadap perubahan teknologi budidaya tanaman yang sulit dielakkan. Hidroponik MM menerapkan sistem floating raft technique (FRT) atau lebih dikenal rakit apung dan deep floating technique (DFT) berbentuk A (A shape),” kata dia. (Rls)

- Advertisment -