27 C
Makassar
Selasa, April 20, 2021

Warga Minta Peserta Ijtima Ulama Asia Dikarantina di Pulau Camba-cambang dan Mattampa-In

TAJUK.CO.ID, PANGKEP — Langkah self monitoring dan social distance yang diambil Pemerintah Pangkep terhadap 75 warga Pangkep yang mengikuti ijtima ulama di Gowa dinilai belum tepat bagi sejumlah warga. Sebab mereka khawatir para peserta itjima ulama tersebut rentan melakukan kontak dengan orang lain tanpa terkontrol.

Sehingga itu, warga menyuarakan agar langkah karantina penuh dilakukan tim percepatan penanganan Corona di Pangkep. Caranya dengan mengumpulkan para peserta itjima ulama di satu tempat agar dapat dikontrol secara penuh selama 14 hari oleh petugas kesehatan dan tak melakukan interaksi dengan masyarakat luas.

Seperti yang diungkapkan salah satu warga Minasatene, Tajuddin Mustaming, bahwa pemerintah Melakukan isolasi penuh terhadap mereka. Sebab status mereka tidak diketahui apakah bersih dari virus Corona atau tidak.

“Mereka harus di isolasi pemerintah harus punya langkah cepat antisipasi. Kita tidak mau tunggu ada korban baru saling menyalahkan. pemerintah harus tegas transparan dan punya fasilitas untuk merawat mereka,” katanya, Jumat, 20 Maret 2020.

Dia pun menilai langkah yang diambil pemerintah dengan memulangkan jemaah ke kediamannya masing-masing sangat tidak tepat. “Harus menyediakan tempat untuk karantina. Kita tidak tahu bersih atau tidaknya mereka. Kita tidak tahu dia berinteraksi dengan keluarganya atau tidak kemudian keluarganya berinteraksi dengan orang lain. Perlu langkah tepat. Bisa saja ditempatkan di Camba-cambang atau Mattampa-In,” katanya.

Sampai saat ini, pemerintah kabupaten Pangkep memang belum menyiapkan tempat khusus untuk melakukan karantina bagi warga.

Terkait penanganan warga yang mengikuti kegiatan tersebut, Juru Bicara Tim Pencegahan Covid-19, dr Annas Ahmad mengimbau mereka untuk melakukan self monitoring dan social distance seperti tidak keluar rumah, menjaga pola hidup bersih dan memperhatikan nutrisi makanan agar ketahanan tubuh kuat.

“Sebaiknya self monitoring dan sosial distancing, bila ada keluhan segera melaporkan ke sarana kesehatan terdekat,” pungkasnya.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan POlitik Kabupaaten Pangkep, Amiruddin Madjid mengatakan, sampai saat ini pihaknya yang berkoordinasi dengan Polres Pangkep baru mendapat angka sekira 75 orang. Angka tersebut bukan angka pasti, karena dari penelusuran dilapangan oleh petugas, diketahui masih ada warga Pangkep yang saat ini berada di Pakatto.

“Info baru 75 orang. Bisa saja bertambah utk sementara cuma itu yg terdeteksi,” kata Amiruddin saat dihubungi. (SF)

spot_img