27 C
Makassar
Minggu, September 27, 2020
Beranda Headline Dililit Hutang, Pak Haji Sewa Mobil Tetangga Lalu Digadaikan ke Sindikat Penggelapan...

Dililit Hutang, Pak Haji Sewa Mobil Tetangga Lalu Digadaikan ke Sindikat Penggelapan Kendaraan

TAJUK.CO.ID, PANGKEP — Hutang menumpuk membuat Warga Japing-japing, Kecamatan Minasa Te’ne, Pangkep, Syarifuddin nekat berbuat kriminal. Dia yang dikenal dengan panggilan pak haji itu menggadaikan mobil tetangganya yang di sewa ke sindikat penggelapan kendaraan lintas provinsi.

Kejadiannya bermula sat pak haji tersebut mendapat tagihan dari tempatnya berhutang. Dia yang kalap kemudian menyusun rencana bersama dua rekannya, Irawan dan Ira untuk menyewa sebuah mobil rental milik, tetangganya yakni Saharullah selama sebulan penuh dengan harga Rp5,5 juta.

Usai menyewa kendaraan tersebut, Syarifuddin atau pak haji, kemudian menuju Makassar bersama Ira alias mama Fira untuk mencari penadah yang siap menerima mobil Gadi dengan nominal Rp25 juta.

Irawan yang menunggu di Makassar kemudian menghubungi rekannya yang lain kni Tri untuk mencari orang yang mau menerima gadai mobil. Kemudian Tri menghubungi rekannya bernama Dg Sila untuk membantunya mencari orang yang mau terima mobil gadai.

Dg Sila yang memiliki jaringan luas terkait jual beli mobil maupun penggadaian kendaraan menghubungi Muhammad Ali. Warga Makassar itu siap terima gadai mobil dengan nominal pinjaman Rp25 juta. Usai menerima uang tunai, semuanya pun membagi hasil sesuai kesepakatan mereka sebelumnya dengan harga bervariasi.

Muhammad Ali pun ternyata memiliki niat lebih. Mobil gadaian itu ternyata dijualnya kepada penadah di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur yakni Yopiansyah. Dia diperkenalkan melalui rekannya Hasbi. Mobil itu dijual seharga Rp35 juta.

Setelah ada kesepakatan harga, Yopiansyah bersama Hasbi terbang menuju Makassar untuk mengambil kendaraan rental tersebut. Keduanya kemudian menuju Kota Parepare kemudian membawa mobil tersebut menyeberang ke Balikpapan menggunakan kapal feri. Mobil tersebut berhasil tiba di Kota Balikpapan tanpa dokumen lengkap berupa BPKB.

Pemilik kendaraan, Saharullah pun mulai curiga dengan gerak gerik pelaku pertama. Sebab, mobil tersebut tak pernah lagi dilihatnya pasca-disewa oleh pak haji selama lima hari.

Korban kemudian melihat GPS pada mobil tersebut dan berada di Kota Parepare. Saharullah kemudian menghubungi pak haji dan menanyakan kendaraannya. Ternyata Sarifuddin beralasan bahwa mobil tersebut dipakai oleh anggotanya untuk berbisnis.

Setelah beberapa saat, tiba-tiba GPS mobil tersebut tak aktif. Semalam berselang, rupanya GPS mobil tersebut kembali aktif, namun lokasinya tak berada di Sulsel, melainkan berada di Pelabuhan Semayang Balikpapan.

Korban yang mulai curiga telah dibohongi Pak Haji kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Minasa Te’ne. Polisi pun langsung bergerak cepat dibantu Polisi di Kota Balikpapan, dan meringkus Yopiansyah dan Hasbi saat itu juga.

Tim Polsek Minasa Te’ne dipimpin Kanit Reskrim, Ipda Saharuddin bergerak cepat meringkus enam pelaku lainnya yang telah menggadaikan mobil tersebut. Dalam waktu kurun enam jam sebanyak delapan orang tersangka berhasil diamankan dan dijebloskan ke tahanan.

Kapolsek Minasatene Iptu Abd Halim Lau, mengatakan, anggota reskrim berhasil mengamankan 8 pelaku penggelapan mobil rental. “Tim Reskrim yang turun melakukan penyelidikan dan penyidikan berhasil mengamankan dua pelaku di Kalimantan Timur,” katanya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Minasatene Ipda Saharuddin,SH mengurai, Kejadian itu berawal sejak Senin 02 Maret lalu, terlapor Syarifuddin merental mobil merek Toyota Avansa Veloz DD 577 DK dari Saharulla dengan nilai rental sebesar Rp5,5 juta selama 1 bulan. Dia menyebutkan, pelaku diancam pasal berlapis.

“Saat ini semua pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolsek Minasatene untuk proses hukum selanjutnya,” tutupnya. (SF)

- Advertisment -