29 C
Makassar
Selasa, Juli 7, 2020
Beranda Daerah Unik, Balapan Taksi Gabah Tak kalah Seru dari Motocross

Unik, Balapan Taksi Gabah Tak kalah Seru dari Motocross

TAJUK.CO.ID, PANGKEP — Kampung Amung, Desa Baring, Kecamatan Segeri, Pangkep sangat ramai di Sabtu pagi, 30 November. Suara gemuruh sorak sorai diteriakkan warga.

Tawa lepas hingga umpatan kekesalan terlontar dari bebera orang. Yah, ada yang bahagiah dan ada yang kecewa. Hal itu pun wajar dalam suatu perlombaan, utamanya balapan motor.

Namun pada balapan motor yang digagas komunitas magello montong ini sangat unik. Lain dari Balapan motor pada umumnya, seperti road race, drag, maupun balapan di lintasan jalan beraspal, ataupun balapan motocross.

Balapan yang digelar ini belum ada di tempat lain. Karena balapan yang digelar ini adalah balapan motor taxi gabah.

Lintasannya pun berbeda. Pada umumnya menggunakan arena balap, di sini penyelenggara menyulap area persawahan warga menjadi arena balap. Lengkap dengan tribunbya yang dibuat dari kayu.

Balapan unik inipun melibatkan Ratusan pembalap. Bukan hanya dari Pangkep saja pesertanya, tapi ada juga dari Toraja, Pinrang hingga Bulukumba.

Keseruan balapan ini pun tak kalah dari motocross. Sama- sama lintasan tanah, tapi pembalap taxo gabah juga harus mengangkut muatannya saat berkompetisi. Dibutuhkan keahlian khusus, sebab menyeimbangkan motor dengan muatan gabah sekarung besar di lintasan persawahan tak semudah mengendarai motor biasa.

Ketua Komunitas Magello Mentong, Muammar Muhayyang mengatakan, balap ini sengaja digelar untuk meningkatkan semangat dan sportifitas anak muda milenial. Rencananya aktifitas taxi gabah akan dilakukan setiap usai panen. Peserta pun wajib menggunakan motor mengangkut gabah dari sawah ke rumah petani.

“Lomba ini digelar, untuk meningkatkan semangat anak muda dalam menunjukkan kemampuan mereka mengendarai taxi gabah. Juga kita meningkatkan kreatifitas anak muda millenial yang hobi dan memiliki kemampuan mekanik,” ujarnya.

Dikatakan pula, dengan balapan taxi gabah ini diharapakan menarik anak muda millenial untuk kembali ke sawah. “Kita harap anak muda millenial melihat, bahwa daerah kita daerah pertanian. Anak muda millenial harus mengembangkan pertanian,” katanya lagi. (Ril)

- Advertisment -